Puskesmas Inelika Raya Gelar Lokakarya Mini Triwulanan: Perkuat Komitmen Lintas Sektor dan Tindak Lanjut Instruksi Penanggulangan Rabies
Wololika, Bajawa Utara – 28 Agustus 2025
UPTD Puskesmas Inelika Raya kembali melaksanakan Lokakarya Mini Triwulanan, yang diselenggarakan di Desa Wololika, Kecamatan Bajawa Utara. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Camat Bajawa Utara yang diwakili oleh Kasi PMD, Bapak Yeremias Meno, S.Kom, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan lintas sektor serta desa-desa dalam wilayah cakupan layanan Puskesmas.
Dalam sambutannya, Bapak Yeremias Meno menyampaikan apresiasi atas komitmen UPTD Puskesmas Inelika Raya dalam menyelenggarakan forum koordinasi lintas sektor ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh unsur, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat dalam upaya peningkatan layanan kesehatan.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Wololika, Bapak Antonius Gili, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap bahwa kegiatan lokakarya ini dapat menghasilkan program-program nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam bidang kesehatan preventif dan promotif.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari empat desa dalam cakupan Puskesmas Inelika Raya, yaitu:
- Desa Inelika
- Desa Turamuri
- Desa Nabelena
- Desa Meliwaru (Kecamatan Soa)
Hadir pula unsur lintas sektor dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kecamatan Bajawa Utara, antara lain:
- Babinsa, Bapak Y.B. Tena
- Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Bapak Kristianus N.S. Taa, S.ST
- Kepala Poskeswan, Bapak Klaudius Laha, S.Tr.Pt
Selain itu, turut hadir juga perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, yaitu Bapak Martinus V. Ndona, S.Kep., Ns., M.Sc., yang memberikan dukungan dan masukan terhadap penguatan pelayanan kesehatan dasar di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Poskeswan Bajawa Utara, Bapak Klaudius Laha, menyampaikan himbauan penting terkait Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 1/Disnak/2025 dan Instruksi Bupati Ngada mengenai Pembatasan Pergerakan Hewan Penular Rabies (HPR). Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam mencegah penyebaran rabies, yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang luas.
“Kami minta semua desa, terutama aparat desa dan masyarakat, untuk mendukung penuh pelaksanaan instruksi ini. Pembatasan pergerakan hewan dan vaksinasi rabies harus menjadi perhatian bersama,” tegas Klaudius Laha.
Lokakarya diakhiri dengan sesi diskusi terbuka antar peserta. Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk peningkatan mutu layanan kesehatan serta upaya preventif terhadap penyakit menular, termasuk rabies.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan koordinasi lintas sektor akan semakin kuat dan berdampak langsung terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Inelika Raya.